“Kamu kok bisa tau banyak kata dalam Bahasa Inggris sih?”
“Karena aku suka main game.”
“Hah? Kok bisa sih main game bikin kita pinter Bahasa Inggris?”
“Bisa dong!”

Hmm, sebenarnya bisa nggak sih kita untuk belajar Bahasa Inggris melalui game? Bukannya game itu “sesuatu yang nggak serius”, beda banget dengan belajar yang biasanya cenderung “serius”?

Menurut Lee Su Kim, pada penelitiannya Creative Games for Language Class, kita seringkali memiliki anggapan yang salah bahwa belajar merupakan sesuatu yang seharusnya serius, intens, dan khidmat. Sehingga jika seseorang sedang belajar dalam lingkungan yang menyenangkan, maka diasumsikan bahwa orang tersebut sedang tidak benar-benar belajar. Pandangan ini salah karena sebenarnya kita bisa belajar dan bersenang-senang di saat yang bersamaan.

Belajar sesungguhnya tidak harus selalu serius dan kaku, kita bisa belajar namun juga bersenang-senang di saat yang bersamaan.

 

Salah satu cara belajar yang menyenangkan adalah dengan menggunakan game. Di samping segi hiburan, pada game banyak hal yang bisa kita dapatkan. Berikut hal-hal yang bisa kita dapatkan jika belajar menggunakan game:

1. Melatih skill membaca

 

Memainkan game itu bisa melatih kemampuan membaca seseorang. Kenapa? Karena biasanya pada game kita dipaksa untuk membaca teks agar memahami game tersebut. Tim riset dari University of Padua menemukan bahwa sembilan sesi bermain video game selama 80 menit perhari lebih bisa meningkatkan kemampuan membaca anak dibandingkan dengan metode belajar tradisional.

2. Membantu menjadi pendengar yang lebih baik


Game jaman sekarang banyak yang menggunakan teknologi suara, bahkan menggunakan banyak aksen yang berbeda. Sehingga bermain game bisa mengekspos kita pada banyak kata dan aksen Bahasa Inggris yang berbeda.

3. Meningkatkan salah satu skill sehingga meningkatkan skill lainnya

Misalkan kita sudah meningkatkan skill membaca, maka dengan otomatis skill menulis kita juga akan menjadi lebih baik. Menjadi pendengar yang baik juga bisa mengembangkan bekal vocabulary dan grammar kita. Sehingga sangat efektif jika kita belajar menggunakan game.

Baca juga: Orang Dewasa Lebih Sulit Belajar Bahasa Asing: Mitos atau Fakta?

Setelah membaca uraian di atas, pasti jadi makin nggak sabar nih untuk menjadikan game sebagai sarana belajar ‘kan? Eh tunggu dulu, tentu saja nggak semua game bisa dijadikan sebagai alat untuk belajar Bahasa Inggris. Beberapa game hanya menyajikan hiburan semata tanpa memerlukan kemampuan Bahasa Inggris yang cukup untuk memainkannya.

Game yang baik adalah game yang bisa membuat kita belajar tanpa menghilangkan sisi menyenangkan dari game tersebut.

 

Terus game yang bagaimana dong yang bisa kita gunakan untuk meningkatkan kemampuan Bahasa Inggris kita? Tenang, ada beberapa kriteria yang bisa diperhatikan saat memilih game untuk belajar Bahasa Inggris, yaitu:

1. Akurat

Pertama-tama, tentu saja game tersebut harus akurat. Akurat maksudnya adalah game tersebut haruslah benar secara tata bahasa (grammatically correct) dan semua kosakata (vocabulary) harus dieja dan didefinisikan dengan benar.

2. Efektif

Selain akurat, game tersebut juga harus efektif dalam mengajarkan kita Bahasa Inggris. Game yang berkualitas akan membantu kita mengingat makna kata baru dan juga menyempurnakan tata bahasa. Game yang tidak efektif tidak akan membantu banyak dalam mengingat kembali apa yang sudah kita pelajari.

3. Menyenangkan

Berbicara tentang game, tentu kita nggak bisa lepas dari yang namanya menyenangkan. Game yang baik adalah yang bisa membuat kita belajar dan di saat bersamaan juga menghibur.

4. Mudah untuk dimainkan

Terakhir, yang tidak kalah penting adalah game untuk belajar Bahasa Inggris haruslah mudah dimainkan sehingga kita nggak memerlukan waktu yang lama untuk bisa paham cara memainkannya.

Jadi, mungkin nggak sih belajar Bahasa Inggris melalui game? Jawabannya adalah sangat mungkin! Kita bisa belajar dan sekaligus menghibur diri di saat yang bersamaan, tapi juga jangan lupa untuk memilih game yang tepat, ya!

Sumber: 

  1. https://www.scribd.com/document/99650330/Vol-33-No-1-LEE-SU-KIM
  2. https://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S09609822

Ditulis oleh: Puspa Bahari
Disunting oleh: Talitha Amalia